Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 29 Desember 2015

Tugas Etika Bisnis Ke - 2

0 komentar
Judul                : Korupsi dan Etka Bisnis
Penulis Artikel : Handy Leonardo
Tahun               : 2012
Kesimpulan      :

Dengan bertambah banyaknya kasus-kasus yang sering terjadi akhir-akihr ini, membuat kita menyadari bahwa dibutuhkan etika bisnis di dalam kegiatan dalam berbisnis. Karena di dalam korupsi tidak mengenal hal itu kecil ataupun besar. Oleh karena itu eika bisnis sebagai bentuk dari norma dan etika dalam berbisnis harus lebih diperhatikan kembali.
Karena banyak di antara kita yang hanya pandai dalam menyusun bisnis, dan merencanakannya. Pada kenyataannya tidak sedikit dari kita yang gagal dalam mengontrol jalannya suatu bisnis. Sehingga sering terjadi sogok menyogok atau suap-menyuap di dalam suatu transaksi bisnis dengan tujuan untuk mempermudah akses tersebut, sehingga akan menguntungkan suatu pihak saja. Sehingga dapat terjadi perilaku yang tidak baik yaitu korupsi.
Etika Bisnis harus lebih diperhatikan lagi agar tidak terjadinya korupsi yang dapat merugikan orang lain dalam sebuah bisnis.

Sumber Artikel : http://handyleonardoetikabisnis.blogspot.co.id/2012/09/korupsi-dan-etika-bisnis.html
Read more...

Tugas Etika Bisnis Pertama

0 komentar
Judul                : KONSEP TEORI DAN TINJAUAN KASUS ETIKA BISNIS PT
DIRGANTARA INDONESIA (1960-2007)
Peneliti             : Mahendra Adhi Nugroho
Tahun               : 2012
Variabel           : Etika bisnis, Penerapan Etika, PT DI
Kesimpulan      :
Konsep  teori  etika  merupakan  suatu konsep  ideal  yang  dapat  diterapkan  dalam suatu organisasi bisnis. Dalam penerapannya sering terjadi hambatan dan rintangan. Suatu organisasi harus segera mengambil sebuah keputusan di tengah keadaan yang cukup dilemma, meskipun konsep Stake Holder bisa saja berbenturan dengan konsep etika yang sudah ada. Keputusan yang telah diambil harus dapat mengakomodir semua kepentingan Stake Holder dan sekaligus dengan etika bisnis yang ada. Dari pembahasan-pembahasan tersebut dapat dipastikan bahwa akan selalu ada dilema etis di dalam setiap pengambilan keputusan pada sebuah perusahaan. Solusi dari pengmbilan keputusan yang baik dan etis yaitu terletak pada seseorang yang menentukan keputusan tersebut. Karena individu merupakan peran utama dalam mengambil keputusan. Di sini peran motive seorang pengambil keputusan sangat menentukan langkah selanjutnya dalam sebuah perusahaan, karena peran motive dapat menjadi penggerak perusahaan untuk mengambil keputusan yang etis. Individu dalam pengambil keputusan dapat dibayangkan sebagai satu warna, maka bila ada banyak sekumpulan individu dalam sebuah perusahaan akan menjadikan sebuah organisasi banyak warna.


Read more...
Kamis, 23 April 2015

Asal Usul Manajemen

0 komentar


Selamat Malam.. (Ala Banci Kemang) hahaha.. kali ini saya mau berbagi ilmu mengenai asal-usul Majamenen. Berhubung tugas dari kampus, mari kita searching di google apa itu Manajemen, dan apa fungsinya? Bagaimana Perkembangannya?  Ini dia hasil dari searching di google (Hidup Copast!!!)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Secara umum Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Segitu sulitnya kah manajemen?. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan”, dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Wah ternyata ilmu yang sedang kita pelajari ini sudah uzur sekali ya? Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Loh apa hubungannya? Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang “manajer” yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan pada tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang menggunakan sistem manajemen. Ternyata emang betul kahidupan manusia tidak bisa terpisah dari manajemen. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang (masing-masing melakukan pekerjaan khusus) perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja. Wah pinter ya om Adam Smith ini.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga sejak saat itulah ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. Dan akhirnya ilmu manajemen menjadi suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari.

courtesy of Wikipedia.org
 https://hmjmfeunsoed.wordpress.com/2011/07/20/asal-usul-manajemen/

Read more...
Senin, 13 April 2015

Contoh Kata Pengantar

0 komentar
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang mengambil judul “Pengaruh Kualitas Layanan Internet Banking KlikBCA Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BCA Cabang Cibubur-Jakarta Timur."
Tujuan penulisan skripsi ini untuk memenuhi sebahagian syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) bagi mahasiswa program S-1 di program studi Pendidikan Manajemen Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Gunadarma. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

Terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, sehingga pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai, terutama kepada yang saya hormati:
1. Rektor Universitas Gunadarma, Ibu Prof. E.S Margianti, SE, MM.
2. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Bapak Drs. Tjahjo Dwinurti, MM.
3. Ketua Jurusan Manajemen Universitas Gunadarma, Bapak Iman Murtono Soehadji, Ph. D.
4. Ibu Rizki Intansari selaku dosen Bahasa Indonesia yang telah meluangkan waktunya memberikan bimbingan dan pengarahan, sehingga Proposal Pengajuan Skripsi ini dapat terselesaikan.
5. Kepada Ibunda penulisan yang selalu memberi nasihat dan motivasi agar penulis tetap semangat dalam mengerjakan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadi bahan masukan dalam dunia pendidikan.

                                                                        Jakarta,   September 20..

                                                                                    Penulis,


                                                                               Adam Dennis
                                                                             NIM. 10212104
Read more...

Penjelasan Langkah-Langkah Membuat Karya Ilmiah

0 komentar
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat sebuah karya ilmiah yang telah saya cari di Internet :D cekidot!

TAHAP PERSIAPAN
I. PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
A.    LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
  1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
  1. Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)   Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)   Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.
c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;
1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan

  1. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.

  1. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

II. PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH
A.    MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.
1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.
2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab
d.    Bacalah secara kritis
3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.

4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.

5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.

B.    MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN
Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara


TAHAP PROSES PENULISAN
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
  • Tahap Pra Penulisan
1.  Pemilihan dan pembatasan topik
2.  Merumuskan tujuan
3.  Mempertimbangkan bentuk karangan
4.  Mempertimbangkan pembaca
5.  Mengumpulkan data pendukung
6.  Merumuskan judul
7.  Merumuskan tesis
8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline

  • Pemilihan Topik
# Apa yang akan kita tulis?
#  Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
#  Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
#  Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.

  • Tahap Penulisan Draf
–          Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
–          Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
–          Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.

  • Tahap Revisi
–          Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
–          Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.

  • Tahap Penyuntingan
–          Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
–          Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
–          Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.

  • Tahap Publikasi
–          Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
–          Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
TAHAP EVALUASI
Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.
Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap bagian dari menulis sebagai berikut :

Fokus.
Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela? Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu, umum, atau kejadian.

Pembangunan.
Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu ditulis untuk warga senior.

Organisasi
Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis. Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.

Gaya
Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi, dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah, metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.

Konvensi
Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh, kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.

Sumber :
http://irosyadi86.blogspot.com/2012/02/persiapan-penulisan-karya-ilmiah.html
http://susanthokku.blogspot.com/2011/07/proses-penulisan-karya-ilmiah-tahap.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/kusmarwanti-ss-mpd-ma/proses-penulisan-karya-ilmiah.pdf
http://jumaristoho.wordpress.com/2012/12/05/langkah-langkah-penulisan-ilmiah/
Read more...
Jumat, 27 Maret 2015

tugas 2 bahasa indonesia 2

0 komentar
REVIEW JURNAL 
Judul                : Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi Untuk Mengembangkan Sumber Belajar Bidang Penyuluhan Pertanian
Penulis             : Dr. Sunaryo Soenarto
Review            :
Pada pendahuluan dijelaskabn bahwa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang sebagai lembaga pendidikan kedinasan yang handal memiliki visi untuk menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang tangguh dan profesional di bidang penyuluhan peternakan. Lulusan STPP sebagai tenaga professional di bidang penyuluhan peternakan harus mampu dan trampil dalam mengkomunikasikan program-program pemerintah, serta mengelola informasi penyuluhan peternakan yang terpadu dan partisipatif. Selain itu, sivitas akademika STPP Magelang harus kompeten dalam mengelola dan memanfaatkan data pertanian yang tersebar di lembaga-lembaga penelitian lingkungan departemen pertanian untuk mendukung penelitian bidang pertanian terapan.
Jenis Multimedia yang digunakan Computer-Based Education (CBE) merupakan konsep pemanfaatan komputer yang diterapkan dalam pendidikan. Penerapan CBE dapat dibedakan menjadi komputer untuk aplikasi pembelajaran dan komputer untuk aplikasi bukan pembelajaran. Program komputer untuk aplikasi pembelajaran meliputi: Computer-Assisted Instruction (CAI) dan Computer-Assisted Learning (CAL) (Budiardjo,1991). Perkembangan teknologi komputer saat ini, konsep CAI telah bergeser menjadi multimedia pembelajaran interaktif. Patrick Suppes dalam Ornstein (1990), seorang inovator komputer di mengklasifikasikan model pembelajaran berbantuan computer menjadi tiga model, yakni :practice and drill, tutoring, dan dialogue. Sedang menurut Soulier (1988) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran berbasis komputer meliputi : drill and practice, games, simulation, tutorial, problem solving dan discovery laboratory.
Kesimulan yang di peroleh yaitu Mahasiswa STTP heterogen terdiri dari karyasiswa dan mahasiswa. Salah satu karakteristik penting yang dapat dikembangkan adalah kemampuannya untuk belajar mandiri. Potensi individual tersebut akan dapat dikelola secara efisien, apabila STPP mensuport ketersediaan sumber belajar yang memadai. Berdasarkan pengalaman empirik menunjukkan bahwa belajar berbasis internet dan pembelajaran berbasis multimedia dapat meningkatkan efsiensi perkuliahan.
Sumber Jurnal :

Read more...
 
His Best! © 2014 | Designed By Blogger Templates