Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
Sabtu, 18 Oktober 2014

Bunda?

0 komentar
Bunda?
(Karya Adam Dennis)

Bunda?
apa aku dengar doanya malam ini?
apa aku sadar akan kasihnya?
sudah terlalu lama aku melupakannya

ternyata, dia pribadi yang kuat
banyak kebohongan yang dia lakukan
dia menyembunyikan tangisnya
namun dia menampilkan senyumnya

Bunda?
jarak kita sudah terlalu jauh
kau jauh dibelakangku
aku terus menatap kedepan
seakan masa lalu hanya sebuah persimpangan

Bunda?
apa kau masih disana?
oh ternyata senyummu memanggilku
aku rindu akan hal itu
sisakan itu untukku Bunda

Bunda?
ternyata "terimakasih" tidak cukup untukku bawa
jasamu lebih berat dari ungkapan itu
dan tingkahku semakin menambah bebannya

Bunda...
kasihmu menyadarkanku
kasihmu melembutkanku
kasihmu menenangkanku
kasihmu kebutuhanku

Read more...

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

0 komentar
Setelah saya membaca jurnal mengenai segmentasi pasar dan analisis demografi melalui www.academia.edu/5974286/JURNAL_2_segmentasi adapun beberapa hal singkat yang dapat saya bagikan bagi teman-teman sekalian. Mohon maaf apabila ada beberapa dari penjelasan yang akan saya berikan ini kurang tepat atau kurang jelas. Here we go!

Dari yang telah saya baca, yang dapat saya jelaskan mengenai segmentasi pasar adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk membedakan pasar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan kemampuan konsumen dalam mengkonsumsi dimana kebutuhan masyarakat yang heterogen di ubah oleh perusahaan menjadi kebutuhan yang homogen. Perusahaan akan memikirkan bagaimana cara memasarkan produk, cara menarik perhatian konsumen, membedakan kelas pada konsumen dengan cara yang rapih, sehingga memungkin konsumen untuk mengkonsumsi produk yang di tawarkan oleh produsen (perusahaan).


 Hal tersebut sangat berhubungan dengan kepuasan konsumen, sebagai produsen sebuah perusahaan harus memikirkan konsumennya agar hubungan di antara keduanya dapat berjalan dengan baik. Di satu sisi perusahaan pun harus sudah memikirkan mengenai keuntungan maksimal yang mereka telah targetkan.

Selain itu perusahaan tidak hanya sekedar membedakan pasar menjadi beberapa segmen, mereka menyesuaikan konsumen berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, bentuk keluarga, dan agama para konsumen. Dengan mengetahui segmentasi pasar, perusahaan akan dengan mudahnya memasuki pasar. Sehingga produsen dapat memuaskan kebutuhan konsumen, dengan begitu proses pemasaran dapat berjalan dengan baik.

                          http://imvina.files.wordpress.com/2011/09/segmentasi-pasar.jpg

Bagi saya perusahaan yang bijaksana adalah perusahaan yang dapat menyesuaikan kemampuan daya beli konsumen dengan harga produk serta kualitasnya. Semakin terpenuhi, maka daya saing pun akan semakin tinggi. 

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan kepada teman-teman, sekali lagi mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam artikel yang saya bagikan kali ini. Silahkan memberi masukan dan kritik yang ingin di sampaikan pada kolom komentar di bawah. Terimakasih, Tuhan memberkati. 

Read more...
Minggu, 05 Oktober 2014

Bertumbuh dan Berbuah

0 komentar


Bertumbuh Dan Berbuah
Ketika aku masih kecil aku sangat hobi bermain sepak bola dalam bentuk lapangan bola yang sederhana, yang baru aku ketahui ketika aku dewasa kalau permainan itu dinamakan permainan bola Futsal. Hampir setiap hari aku bersama dengan teman-temanku bermain Futsal, ketika hari mulai sore biasanya kami bermain di lapangan sekolah dasar di dekat tempat tinggal kami. Dan biasanya kami bertanding dengan anak kampung sebelah, jujur saja sebenernya aku tidak bisa bermain bola, aku hanya menyukainya karena pada zaman aku kecil ada kartun anime kesukaanku yaitu Kapten Tsubasa. Melalui kartun tersebut aku mulai terpesona dengan sepakbola.
Namun seiring berjalannya waktu aku mulai tidak menyukai bermain sepakbola karena aku memiliki keluarga yang cukup besar dimana orang tuaku memiliki 8 anak dan aku adalah anak ke 5 dimana kami yang semakin bertumbuh dewasa sedangkan kami hanya tinggal di rumah kontrakan yang kecil sehingga kami membutuhkan tempat tinggal yang semakin besar maka dari itu kamipun harus berpindah tempat tinggal, meski bukan pindah antar provinsi hal itu membuat aku harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, teman yang baru, dan kebiasaan yang baru sehingga aku tidak pernah bermain sepakbola kembali. Padahal dahulu aku bercita-cita ingin menjadi pelatih sepakbola dan entah karena hal-hal yang lain sehingga aku melupakan mimpiku tersebut.
Oh iya, sewaktu aku masih duduk disekolah dasar disekolahku ada salah satu pelajaran yang aku sangat sukai, pelajaran tersebut adalah seni tari. Aku sangat menyukai pelajaran ini karena ketika pelajaran ini dimulai kami akan melepas sepatu kami menaruhnya di bawah meja kami lalu kami berlari ke ruangan seni tari tersebut. Meskipun aku anak laki-laki ketika menari aku bisa bergerak sesuai dengan irama yang sedang dimainkan. Karena bakatku dalam menari aku terpilih menjadi salah satu perwakilan sekolahku untuk berlomba se Kecamatan untuk bertanding dengan sekolah dasar lain. Berkat latihan dan kerja keras sekolah kami mendapatkan juara 3 dan aku sangat senang karena apa yang kami lakukan berbuah hasil yang baik. Dan dimulai dari situ aku dan kelompokku mulai tampil di berbagai tempat. Sungguh pengalaman masa kecil yang indah bagiku.
Sekarang… aku, Adam Dennis seorang mahasiswa tingkat 3 dalam sebuah universitas swasta terkenal di negeriku Indonesia, meski aku lahir di Jakarta namun hal itu tidak membuatku untuk memilih kuliah di sana. Aku menjadi salah satu mahasiswa Universitas Gunadarma yang berada di Depok. Semenjak aku menjadi seorang mahasiswa aku sangat melihat perbedaan yang mencolok dimana ketika aku duduk di bangku SMA, dengan mudahnya aku mendapatkan peringkat kelas dalam 2 tahun berturut-turut, namun sekarang untuk mendapatkan nilai A sangatlah sulit. Dimulai dari sistem belajar yang sangat berbeda dengan sekolah dan juga waktu yang digunakan untuk belajar pun demikian.
Selain itu aku yang mempunyai kegiatan pelayanan di dalam Gereja membuatku harus mengatur waktu dengan teliti, karena berhubung gereja kami adalah gereja yang cukup besar di Indonesia dimana kebaktian ibadah yang dilakukan tidak hanya pada hari minggu, namun dari hari senin sampai hari minggu akan selalu ada kebaktian sehingga tak jarang aku harus melayani di dalam gereja pada tengah minggu.
Dalam gerejaku aku bergabung melayani dalam sebuah ministri terbawah namun terbesar komunitasnya, aku bergabung dalam sebuah ministri bernama Tiberias Choir. Seperti namanya seorang choir harus bernyanyi, namun dalam komunitas ini kami tidak hanya bernyanyi karena kami pun menari dan bersorak. Hal ini sangat berhubungan dengan diriku karena sejak kecil aku sangat menyukai menari. Dalam komunitas inipun aku diajarkan begitu banyak etika dan perilaku hidup, hal inilah yang mengubah pandangan hidupku dimana dahulu sebelum aku melayani Tuhan aku berpikir bahwa aku ini anak muda, berhubung aku anak muda lebih baik menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan melakukan apapun yang aku suka. Ada sebuah anggapan bagi anak muda zaman sekarang bahwa kita adalah “Young, Free, and Wild” yang berarti kita adalah muda, bebas, dan liar. Memang benar aku ini muda dan bebas, namun yang perlu aku sadari adalah menjadi liar sangatlah tidak baik karena hal inilah yang akan merusak moral dan etika seorang anak muda dalam kehidupannya sehari-hari. Mau jadi apa bangsa ku ini jika anak mudanya hidup tidak beraturan, tidak mempunyai tujuan, tidak memiliki visi dan misi dalam kehidupannya.
Dalam Tiberias Choir aku dibentuk menjadi pribadi yang memiliki visi dan misi selama aku hidup. Aku ignin menjadi berkat bagi orang lain karena itulah buah dari pelayananku dimana aku bisa membuat orang lain melihat sesosok Pribadi yang besar dalam diriku, membuat orang lain merasakan kasih Tuhan melalui diriku, dan membuat orang lain mendengar pengajaran-Nya melalui perkataanku dalam memberi saran dan kritik kepada orang lain. Dan di komunitas inipun kami seperti layaknya sebuah keluarga, dimana aku bisa menemukan pribadi yang membuatku nyaman. Ketika aku dalam masalah aku dapat berbagi dengan mereka dan mereka dapat memberi masukan dan semangat kepadaku sehingga aku dapat meneruskan kehidupanku dengan harapan yang baru. Tiberias Choir, bagiku mereka adalah orang-orang terdekat yang aku miliki dan aku tidak akan pernah pergi dari komunitas ini hingga waktunya tiba.
Aku.. Adam Dennis, akan menjadi pribadi yang tak pernah henti bertumbuh menjadi pribadi yang segambar dan serupa dengan-Nya sehingga aku berbuah banyak dalam kehidupanku. TUHAN Yesus Kristus memberkati.
Read more...
 
His Best! © 2014 | Designed By Blogger Templates