Advertise

Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 26 November 2012

Manusia dan Kegelisahan

0 komentar
Pernahkan anda merasa gelisah karena sesuatu yang anda cemaskan? Anda pasti tidak dapat tenang jika perasaan gelisah ini tidak kunjung berakhir, karena perasaan ini sungguh mengganggu anda baik pikiran maupun kondisi jiwa anda. Mengapa manusia dapat merasakan kegelisahan? Manusia dapat merasakan gelisah karena mereka memiliki jiwa, hati, dan perasaan yang membuat mereka dapat merasakan berbagai macam perasaan termasuk perasaan gelisah. Lalau, apa yang harus kita lakukan ketika kita merasakan gelisah? Jawaban yang akan kita terima yaitu kita harus menenangkan segala kontrol dalam diri kita, yang terutama adalah hati dan pikiran, karena ketika kedua unsur ini telah tenang, maka segala sesuatu dapat kita kendalikan dengan baik dan benar.

Saya seringkali merasakan gelisah ketika saya tahu hal-hal yang tidak saya inginkan akan terjadi, atau ketika saya sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu pikiran saya, karena saya takut hal-hal yang saya khawatirkan terjadi. Yang sering terjadi dalam diri saya adalah ketika saya merasa kesepian dan tidak ada seorang pun yang memperhatikan saya, maka perasaan gelisah ini akan hadir dan membuat saya sedih. Dan efek samping yang saya terima adalah saya sulit untuk melakukan berbagai aktivitas yang harus saya kerjakan karena perasaan gelisah ini terus-menerus menekan perasaan saya.

Stress termasuk dalam perasaan Gelisah
                                                   

Biasanya perasaan gelisah ini terjadi ketika banyak pekerjaan dan tuntutan dari berbagai pihak, sehingga hal ini menekan dan membebani saya, dan ketika saya merasa bahwa hal ini sungguh berat dan sulit untuk dikerjakan, maka timbul lah perasaan gelisah itu, sehingga membuat saya merasa bahwa saya tidak akan sanggup untuk mengerjakan hal itu. Dan memang perasaan gelisah ini sangat tidak nyaman untuk dirasakan.


Gelisah
                                                

Apabila saya merasa gelisah sering kali saya berdoa kepada Tuhan agar saya diberikan ketenangan dalam hati dan pikiran saya, jika keduanya telah tenang maka saya akan mencoba untuk melakukan aktivitas saya kembali. Dan memang hal ini lah yang harus kita lakukan ketika kita merasa tidak sanggup untuk melakukan apapun kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta melalui berdoa, saya yakin dan percaya bahwa Tuhan pasti akan membantu kita dalam segala hal. Tuhan memberkati.
Read more...
Senin, 19 November 2012

Manusia dan Tanggung Jawab

0 komentar
Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawabnya masing-masing, apalagi bagi mereka yang telah beranjak dewasa dan sudah masuk dalam dunia pendidikan serta pekerjaan. Seorang pemerintah memiliki tanggung jawab kepada pemerintahan dan masyarakatnya, masyarakat bertanggung jawab atas kehidupannya bagi negara, seorang orang tua memiliki tanggung jawab kepada keluarganya, setiap siswa atau mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap tugas dan pendidikannya. Lalu bagaimana dengan tanggung jawab kita? sudahkah kita melakukannya? bagaimana dengan hasilnya? apakah memuaskan? atau bahkan mengecewakan? hasil dari tanggung jawab  merupakan usaha yang sudah kita lakukan dengan kerja keras kita, dan apapun hasilnya kita harus berlapang dada dan menerima kenyataan.

Dalam kehidupan ini, apapun kegiatan yang kita lakukan akan memiliki tanggung jawab masing-masing, karena setiap perilaku kita membuahkan hasil yang akan kita terima di masa yang akan datang. Manusia sudah di kodratkan untuk dibebani dengan tanggung jawab, dimulai dari tanggung jawab atas dirinya serta tanggung jawab terhadap berbagai hal yang akan ia alami nantinya. Seringkali kita sebagai manusia merasa terbebani dengan tanggung jawab yang kita miliki, karena begitu banyak hal-hal yang harus kita lakukan apalagi bagi kita yang sudah terjun ke dalam dunia kerja, kita dituntut untuk tampil maksimal dan bekerja dengan keras. Begitu banyak pengorbanan yang kita alami, dimulai dari korban tenaga, korban waktu, korban perasaan yang memeras begitu banyak tenaga.

Pernahkan kita melihat anak-anak yang terlantar di pinggir jalan? apa yang terlintas di dalam benak kita? pasti kita akan merasa iba dan simpati terhadap anak-anak tersebut, dan seringkali kita berpikir bahwa orang tuanya tidak mampu bertanggung jawab atasnya, pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap rakyat miskin dan sebagainya. Sesungguhnya bila kita sadar, anak-anak yang terlantar dipinggir jalan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu dan saling menolong, semakin besar kesadaran kita akan sesama, maka akan semakin besar rasa tanggung jawab kita terhadap anak-anak yang terlantar tersebut.



Semakin kita terbebani dengan tanggung jawab, maka kita akan semakin kerja keras dalam menjalani hidup ini, karena hidup kita tidak hanya untuk melakukan tanggung jawab, hidup kita juga harus melakukan hal-hal yang kita inginkan seperti bermain dengan keluarga, refreshing dengan berlibur bersama-sama dengan orang yang kita kasihi. Sebagai manusia yang diberikan pikiran oleh Tuhan, kita harus menjalani hidup ini dengan stabil dan benar, kita tidak boleh hanya terfokus dengan satu hal, sebagai contoh yaitu seorang pekerja kantor yang sangat dibebani oleh tugas-tugas kantor, maka yang ia fokuskan dan yang dia pikirkan adalah bagaimana cara untuk menyelesaikan tugas tersebut. Namun bagaimana dengan kehidupannya di dalam keluarga? apakah pekerja tersebut dapat membagi waktu yang baik antara pekerjaan dengan keluarga? sebagai orang yang berintelektual kita harus bisa membagi waktu kita dengan baik, sehingga apapun tanggung jawab yang kita lakukan setara dengan pengorbanan yang kita berikan bagi tanggung jawab tersebut.
Read more...

Manusia dan Pandangan Hidup

0 komentar
Apa pandangan hidup anda di dalam kehidupan ini? bagaimana cara anda dalam menjalankan pandangan hidup anda? apakah menurut anda pandangan hidup anda sudah benar? bagaimana cara anda mempertahankan pandangan hidup anda?. Demikianlah pertanyaan-pertanyaan yang dapat saya lontarkan kepada anda mengenai artikel saya kali ini, mengapa saya bertanya demikian? jawabannya adalah karena setiap orang memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Hal ini lah yang membuat kita berbeda dengan mereka, pandangan hidup orang-orang yang tinggal di Indonesia pasti berbeda dengan pandangan hidup dengan orang yang tinggal di Australia. Karena jika pandangan hidup kita sama, maka setiap tradisi, kebiasaan tingkah laku, pola hidup, dan pola pikir kita pasti akan sama antara satu dengan yang lainnya.

Bagi kita yang masih muda, pasti banyak yang berpikir bahwa hidup ini hanya sementara oleh karena itu hidup ini harus kita nikmati selagi kita masih muda dan bebas beraktivitas, dan mungkin juga bagi para orang tua banyak yang berpikir bahwa hidup ini begitu cepat berlalu, rasanya seperti baru kemarin kita lahir namun hari ini kita sudah menjadi orang tua dan mulai renta. Banyak orang yang berpikir bahwa hidup ini adalah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan dan harus kita manfaatkan sebaik mungkin, sehingga apapun yang kita lakukan tidak boleh gagal dan tidak menguntungkan. Ada juga yang berpikir bahwa hidup ini tiada artinya, apapun yang kita lakukan hanyalah perbuatan yang sementara dan pada akhirnya kita akan meninggalkan hidup ini tanpa membawa suatu apapun.

Hidup adalah perjalanan
Bagi saya hidup kita pasti memiliki maksud dan tujuan, karena tidak mungkin kalau Tuhan menciptakan suatu makhluk tanpa maksud dan tujuan. Hidup kita pasti memiliki makna dan memiliki gol yang harus kita raih di masa yang akan mendatang, oleh karena itu setiap dari kita pasti memiliki talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk kita kembangkan dan akan kita gunakan untuk mempermuliakan Tuhan semesta alam, karena Tuhan menciptakan manusia untuk beribadah. Segala sesuatu perilaku dan tindakan manusia yang bersifat positive dapat kita sebut sebagai ibadah, asalkan tindakan positive tersebut dilandaskan kepada Tuhan Sang Pecinpta.

Hidup adalah Tujuan
Sekarang yang kita pertanyakan adalah bagaimana dengan pandangan hidup orang-orang disekitar kita? apakah mereka memiliki pandangan hidup yang sama dengan kita? apa reaksi kita apabila mengetahui bahwa pandangan hidup kita sama dengan orang lain?  Apakah pandangan hidup kita memiliki sisi positive yang besar, yang dapat merubah pola pikir seseorang yang tidak baik menjadi baik bahkan lebih baik? Tanyakanlah hal tersebut kepada diri kita, karena yang mengetahui diri kita adalah diri kita sendiri. Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai pandangan hidup, apabila ada hal yang kurang berkenan, saya mohon maaf dan komentarnya, terimakasih.
Read more...
Jumat, 09 November 2012

Manusia dan Keadilan

0 komentar
Berbicara mengenai manusia dan keadilan, sering kali kita berpikir bahwa keadilan itu sangat penting bahkan keadilan sangat dibutuhkan oleh sebuah negara maupun sistem kepemimpinannya. Karena dengan adanya keadilan disuatu negara, hubungan antara rakyat dengan pemimpin, serta hubungan seseorang dengan yang lainnya akan terasa seimbang dan adil, tanpa harus berpikir bahwa seseorang lebih diutamakan dengan seseorang yang lainnya. Dan dengan adanya keadilan hidup kita sebagai makhluk individu akan saling memahami satu dengan yang lainnya, karena kita akan berpikir bahwa keadaan kita dengan orang lain merupakan suatu hal yang sama tanpa adanya berat sepihak. Memang sulit untuk kita mengerti keadilan yang kita butuhkan itu seperti apa, karena diri kita masih mementingkan ego kita masing-masing.

Lambang Keadilan

Kita sebagai manusia sering berpikir bahwa hidup ini tidak adil, dan sering kali kita bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, mengapa hidup ku tidak sebaik dia? mengapa aku tidak seberuntung dia? mengapa Engkau tega terhadap ku?", hal itu memang wajar karena kita ingin suatu jawaban yang pasti akan kehidupan ini. Yang dapat saya sampaikan adalah Tuhan tidak pernah tega membiar kita menderita, Tuhan MahaAdil, Dia tahu permasalahan kita, yang Ia mau hanyalah; kita datang kepada-Nya berdoa dengan sungguh-sungguh, dan saya yakin dan percaya bahwa Ia akan menjawab setiap doa-doa yang telah kita ungkapkan kepada-Nya.

Lalu bagaimana dengan keadilan yang ada di Indonesia? apakah kita sudah merasakan suatu keadilan yang benar-benar nyata? saya rasa masih belum, Indonesia masih jauh dari kata "Keadilan" mengapa? karena bila kita lihat hukum di Indonesia pada saat ini, keadilan yang kita harapkan dapat terjadi dalam kehidupan kita ternyata sulit untuk menjadi kenyataan, karena "Keadilan" yang kita harapkan dapat di beli dengan uang. Saat ini manusia sudah di butakan oleh kekayaan dan harta, dengan uang segalanya dapat dibeli, dengan uang yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar. Dan pada saat ini itulah yang terjadi di dalam keadilan di Indonesia, orang-orang yang melakukan pencurian kecil dihukum bisa sampai belasan tahun sedangkan orang-orang yang melakukan pencurian besar yang sering kita kenal dengan Koruptor,  sebelum menerima hukuman mereka di lindungi oleh pihak-pihak yang seharusnya menangkapnya, bahkan ketika mereka sudah tertangkap pun mereka masih bisa memberi suap kepada pihak-pihak tertentu sehingga membuat mereka di hukum tidak sampai 5 tahun.

Tikus-Tikus Negara


Bila kita melihat Indonesia yang demikian tentunya kita merasa sedih, karena Indonesia yang kita bangga-banggakan dan yang kita cintai memiliki racun yang tersembunyi di dalamnya. Tentunya kita menginginkan suatu pemimpin yang tegas dan mau mengambil tindakan hukum bagi tikus-tikus yang memakan uang negara ini. Saya hanya bisa menyampaikan beberapa hal yakni; apabila kita ingin suatu perubahan yang membawa suatu keadilan dalam hidup kita terutama bagi Indonesia ini, mulailah dengan merubah pola pikir dan sikap kita terhadap diri sendiri, keluarga, serta lingkungan kita. Karena dengan perubahan kecil yang kita lakukan semakin lama dapat memberi dampak yang besar bagi kehidupan kita kelak, terutama bagi keadilan di dalam kehidupan manusia. Bila kita cinta Indonesia jangan hanya manis di bibir saja, jadilah pelaku-pelaku yang memberi dampak besar bagi Indonesia, karena Indonesia adalah negara yang besar dan mampu untuk menjadi bangsa yang memberi dampak baik bagi seluruh dunia.

Indonesia bagi Dunia



Read more...
 
His Best! © 2014 | Designed By Blogger Templates