Bertumbuh Dan Berbuah
Ketika aku masih kecil
aku sangat hobi bermain sepak bola dalam bentuk lapangan bola yang sederhana,
yang baru aku ketahui ketika aku dewasa kalau permainan itu dinamakan permainan
bola Futsal. Hampir setiap hari aku bersama dengan teman-temanku bermain Futsal,
ketika hari mulai sore biasanya kami bermain di lapangan sekolah dasar di dekat
tempat tinggal kami. Dan biasanya kami bertanding dengan anak kampung sebelah,
jujur saja sebenernya aku tidak bisa bermain bola, aku hanya menyukainya karena
pada zaman aku kecil ada kartun anime kesukaanku yaitu Kapten Tsubasa. Melalui
kartun tersebut aku mulai terpesona dengan sepakbola.
Namun seiring
berjalannya waktu aku mulai tidak menyukai bermain sepakbola karena aku
memiliki keluarga yang cukup besar dimana orang tuaku memiliki 8 anak dan aku
adalah anak ke 5 dimana kami yang semakin bertumbuh dewasa sedangkan kami hanya
tinggal di rumah kontrakan yang kecil sehingga kami membutuhkan tempat tinggal
yang semakin besar maka dari itu kamipun harus berpindah tempat tinggal, meski
bukan pindah antar provinsi hal itu membuat aku harus menyesuaikan diri dengan
lingkungan baru, teman yang baru, dan kebiasaan yang baru sehingga aku tidak
pernah bermain sepakbola kembali. Padahal dahulu aku bercita-cita ingin menjadi
pelatih sepakbola dan entah karena hal-hal yang lain sehingga aku melupakan
mimpiku tersebut.
Oh iya, sewaktu aku
masih duduk disekolah dasar disekolahku ada salah satu pelajaran yang aku
sangat sukai, pelajaran tersebut adalah seni tari. Aku sangat menyukai
pelajaran ini karena ketika pelajaran ini dimulai kami akan melepas sepatu kami
menaruhnya di bawah meja kami lalu kami berlari ke ruangan seni tari tersebut. Meskipun
aku anak laki-laki ketika menari aku bisa bergerak sesuai dengan irama yang
sedang dimainkan. Karena bakatku dalam menari aku terpilih menjadi salah satu perwakilan
sekolahku untuk berlomba se Kecamatan untuk bertanding dengan sekolah dasar
lain. Berkat latihan dan kerja keras sekolah kami mendapatkan juara 3 dan aku
sangat senang karena apa yang kami lakukan berbuah hasil yang baik. Dan dimulai
dari situ aku dan kelompokku mulai tampil di berbagai tempat. Sungguh pengalaman
masa kecil yang indah bagiku.
Sekarang… aku, Adam
Dennis seorang mahasiswa tingkat 3 dalam sebuah universitas swasta terkenal di
negeriku Indonesia, meski aku lahir di Jakarta namun hal itu tidak membuatku
untuk memilih kuliah di sana. Aku menjadi salah satu mahasiswa Universitas
Gunadarma yang berada di Depok. Semenjak aku menjadi seorang mahasiswa aku
sangat melihat perbedaan yang mencolok dimana ketika aku duduk di bangku SMA, dengan
mudahnya aku mendapatkan peringkat kelas dalam 2 tahun berturut-turut, namun
sekarang untuk mendapatkan nilai A sangatlah sulit. Dimulai dari sistem belajar
yang sangat berbeda dengan sekolah dan juga waktu yang digunakan untuk belajar
pun demikian.
Selain itu aku yang
mempunyai kegiatan pelayanan di dalam Gereja membuatku harus mengatur waktu
dengan teliti, karena berhubung gereja kami adalah gereja yang cukup besar di
Indonesia dimana kebaktian ibadah yang dilakukan tidak hanya pada hari minggu,
namun dari hari senin sampai hari minggu akan selalu ada kebaktian sehingga tak
jarang aku harus melayani di dalam gereja pada tengah minggu.
Dalam gerejaku aku
bergabung melayani dalam sebuah ministri terbawah namun terbesar komunitasnya,
aku bergabung dalam sebuah ministri bernama Tiberias Choir. Seperti namanya
seorang choir harus bernyanyi, namun dalam komunitas ini kami tidak hanya
bernyanyi karena kami pun menari dan bersorak. Hal ini sangat berhubungan
dengan diriku karena sejak kecil aku sangat menyukai menari. Dalam komunitas
inipun aku diajarkan begitu banyak etika dan perilaku hidup, hal inilah yang
mengubah pandangan hidupku dimana dahulu sebelum aku melayani Tuhan aku
berpikir bahwa aku ini anak muda, berhubung aku anak muda lebih baik
menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan melakukan apapun yang aku suka. Ada
sebuah anggapan bagi anak muda zaman sekarang bahwa kita adalah “Young, Free,
and Wild” yang berarti kita adalah muda, bebas, dan liar. Memang benar aku ini
muda dan bebas, namun yang perlu aku sadari adalah menjadi liar sangatlah tidak
baik karena hal inilah yang akan merusak moral dan etika seorang anak muda
dalam kehidupannya sehari-hari. Mau jadi apa bangsa ku ini jika anak mudanya
hidup tidak beraturan, tidak mempunyai tujuan, tidak memiliki visi dan misi
dalam kehidupannya.
Dalam Tiberias Choir
aku dibentuk menjadi pribadi yang memiliki visi dan misi selama aku hidup. Aku ignin
menjadi berkat bagi orang lain karena itulah buah dari pelayananku dimana aku
bisa membuat orang lain melihat sesosok Pribadi yang besar dalam diriku,
membuat orang lain merasakan kasih Tuhan melalui diriku, dan membuat orang lain
mendengar pengajaran-Nya melalui perkataanku dalam memberi saran dan kritik
kepada orang lain. Dan di komunitas inipun kami seperti layaknya sebuah
keluarga, dimana aku bisa menemukan pribadi yang membuatku nyaman. Ketika aku
dalam masalah aku dapat berbagi dengan mereka dan mereka dapat memberi masukan
dan semangat kepadaku sehingga aku dapat meneruskan kehidupanku dengan harapan
yang baru. Tiberias Choir, bagiku mereka adalah orang-orang terdekat yang aku
miliki dan aku tidak akan pernah pergi dari komunitas ini hingga waktunya tiba.
Aku.. Adam Dennis, akan
menjadi pribadi yang tak pernah henti bertumbuh menjadi pribadi yang segambar
dan serupa dengan-Nya sehingga aku berbuah banyak dalam kehidupanku. TUHAN Yesus Kristus memberkati.